Rabu, 21 Desember 2011

Sindrom Stockholm Syndrome




Sindrom Stockholm adalah respon psikologi yang kadang-kadang dapat dilihat pada sandera penculikan, di mana sandera memberikan tanda-tanda kesetiaan kepada penyandera, tidak memedulikan bahaya (atau risiko) yang telah dialami sandera itu.
Sindrom ini dinamai berdasarkan kejadian perampokan Kreditbanken di stockholm, di mana perampok bank menyandera karyawan bank dari 23 Agustus sampai 28 Agustus pada 1973. Dalam kasus ini, korban menjadi secara emosional menyayangi penyandera, bahkan membela mereka. Istilah sindrom Stockholm pertama kali dicetuskan kriminolog dan psikiater Nils Bejerot, yang membantu polisi saat perampokan.
Menurut saya sindrom ini mungkin muncul akibat insting manusia untuk bertahan hidup.,perasaan dalam keadaan tertekan terkadang bisa membuat seseorang mengambil keputusan dan atau melakukan hal-hal yang tidak mungkin dan diluar kesadaran mereka.
Sebuah perasaan perduli/sayang yang timbul karena ketakutan atau dalam tekanan,apakah ada???

sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Stockholm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar